Mengenal Kampung Adat Ratenggaro Sumba

jelajahnusatavel.com – Wisata Budaya kita kali ini jatuh kepada Kampung Adat yang terletak di pulau sumba.
Mari kita simak ulasan berikut.

Sumba dikenal dengan budayanya yang masih terjaga kelestariannya. Selain wisata alam seperti pantai, danau, air terjun maupun bukit-bukit savana yang memukau, jangan pernah lupakan kampung adat yang ada di Sumba. Ada banyak kampung adat yang bisa kamu temukan di sana. Salah satunya Kampung Adat Ratenggaro, kampung paling populer di Tanah Humba.

sumber foto

SEJARAH KAMPUNG ADAT INI

Sejarah kampung adat ini sangatlah panjang, yakni bermula di zaman megalitikum ribuan tahun lalu. Dari berbagai referensi, sejarah tempat ini harus dirunut dari namanya. Rate berarti kuburan dan Garo adalah penduduk awal yang menempati tempat ini. Kubur batu sendiri bentuknya persegi seperti meja.ada lumayan banyak kuburan batu di kampung adat ini. Total ada 304 kubur batu yang berada di sini. Ukuran dan pahatan pada tiap kubur batu semakin menambah kesan magis tempat ini.

KEUNIKAN DAN LOKASI

Merupakan desa yang memiliki ciri khas berupa jajaran rumah adat yang menarik untuk dikunjungi. Letaknya berada di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo, dan masuk kedalam kawasan Sumba Barat Daya yang juga memiliki Pasola sebagai ikon budayanya.

Salah satu keistimewaan dari desa ini adalah karena Ratenggaro akan membawamu seperti kembali lagi ke lorong waktu sekitar 4.500 tahun lalu. Dimana disini masih terdapat kuburan batu tua di sekitarnya.

sumber foto

MASIH MEMEGANG TEGUH ADAT

Masyarakat di sana masih memegang tradisi Marapu bak warga Sumba pada umumnya, yaitu tradisi memuja nenek moyang atau leluhur. Upacara kematian di sana dilengkapi dengan menyembelih hewan seperti kerbau atau kuda. Mereka percaya bahwa roh nenek moyang ikut menghadiri upacara penguburan, sehingga hewan dipersembahkan untuk roh nenek moyang.

Desa yang berudara sejuk meski matahari bersinar terik itu terdiri dari deretan rumah adat yang disebut “Uma Kelada” yakni rumah panggung empat tingkat dengan ciri khas menara menjulang tinggi mencapai 15 meter. Atapnya terbuat dari jerami dan tinggi rendahnya atap dibuat berdasarkan status sosial

Demikian Ulasan Kami tentang Desa Adat Ratenggaro ini
Nantikan tempat-tempat wisata budaya lainya
Semoga Bermanfaat.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *